
Kemenkes RI besama PT. Media Cipta Informasi Luncurkan Dashboard Gempa Bumi Prov. NTT
Media Cipta Informasi bekerja sama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menghadirkan Dashboard Gempa Bumi - Prov. NTT, sebuah sistem pemantauan spasial yang menyajikan analisis kejadian bencana serta dampaknya terhadap sumber daya kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dashboard ini dapat diakses melalui laman resmi Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes di DASHBOARD GEMPA BUMI - PROV. NTT dan diperbarui secara berkala langsung dari sumber data API Kemenkes.
Dari total 1.826 faskes di NTT, sebanyak 157 unit dilaporkan terdampak bencana, dengan rincian 40 unit rusak berat, 58 unit rusak sedang, dan 59 unit rusak ringan. Dashboard juga mencatat gangguan pada layanan dasar, yakni 54 faskes mengalami gangguan listrik, 50 faskes kekurangan pasokan air, serta kebutuhan 111 unit tenda darurat sebagai fasilitas pengganti sementara.
Seluruh data dalam artikel ini bersumber dari Dashboard Gempa Bumi - Prov. NTT, per pembaruan terakhir 28 Agustus 2026 pukul 06.31 WIB, dan akan terus dimutakhirkan sesuai perkembangan laporan resmi Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan data yang tercatat dalam dashboard, gempa bumi bermagnitudo 7,7 SR terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 09.18.22 WITA dengan kedalaman 15 km. Titik episentrum berada di laut, sekitar 30 km timur laut Mbay-Nagekeo, NTT, dengan wilayah terdampak meliputi Kecamatan Mbay, Larantuka, Tanjung Bunga, Ile Mandiri, Adonara, dan sekitarnya. Gempa ini sempat berpotensi tsunami, dengan status Siaga ditetapkan untuk Kabupaten Manggarai, Ngada, Manggarai Barat, Selayar, Ende, Sikka, Jeneponto, dan Bantaeng, serta status Waspada untuk Kabupaten Bima, Kota Bima, Flores Timur, Dompu, Kota Baubau, Takalar, Bone, Wajo, Luwu, dan Kota Palopo. Intensitas guncangan tercatat pada level VII-VIII MMI di wilayah Mbay-Nagekeo, Flores Timur, Alor, Sikka, dan Manggarai. Dashboard juga mencatat rangkaian gempa susulan yang terus dipantau BMKG, dengan magnitudo berkisar M4.9 hingga M5.8 dalam sepekan setelah gempa utama.Dampak Terkini (per 28 Agustus 2026)
Data yang ditampilkan pada dashboard per 28 Agustus 2026, pukul 06.31 WIB, mencatat:- 1.679 total korban, terdiri atas 111 orang meninggal dunia dan 1.568 orang luka-luka
- 176.621 jiwa mengungsi, dari total 1.899.985 jiwa penduduk terdampak
- 1.826 fasilitas kesehatan berada di area terdampak, seluruhnya berstatus disiagakan
Kesiapan dan Kerusakan Fasilitas Kesehatan
Dashboard turut memetakan proporsi dan kesiapan fasilitas kesehatan (faskes) di seluruh NTT, dengan rincian sebagai berikut:| Jenis Faskes | Total Unit | Disiagakan |
|---|---|---|
| Rumah Sakit (RS) | 65 unit | 40 unit (62%) |
| Puskesmas | 444 unit | 287 unit (65%) |
| Puskesmas Pembantu (Pustu) | 1.121 unit | 1.121 unit (100%) |
| Klinik & Poskes | 196 unit | 196 unit (100%) |
Fitur Pemetaan dan Direktori Faskes
Salah satu keunggulan dashboard ini adalah peta spasial interaktif yang menampilkan lokasi kejadian, radius wilayah terdampak, jaringan fasilitas kesehatan siaga, hingga rute navigasi darurat di seluruh Provinsi NTT. Pengguna juga dapat mengakses:- Direktori Faskes NTT, memuat data lengkap 1.826 fasilitas kesehatan lengkap dengan kode sarana, lokasi kabupaten/kecamatan, status korban bencana, serta akses peta dan rute
- Situasi Faskes, menyoroti 25 fasilitas kesehatan yang tercatat masih aktif merawat pasien korban bencana
- TCK Terregistrasi Wilayah, mencatat 1.021 Tenaga Cadangan Kesehatan yang terdaftar untuk wilayah terdampak
- Dukungan Kluster dan Surveilans Penyakit yang terhubung langsung (live) dengan Data Studio Kemenkes
Respons Dinas Kesehatan dan EOC Kemenkes
Dashboard turut merangkum agregasi upaya penanggulangan krisis dan distribusi logistik kesehatan dari seluruh kabupaten terdampak se-NTT. Tercatat sedikitnya 10 upaya penanggulangan yang diinput oleh berbagai unit, mulai dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, hingga Emergency Operation Center (EOC) Pusat, meliputi kegiatan pemantauan situasi, koordinasi lintas lembaga, kajian cepat bidang kesehatan, hingga penyusunan laporan. Di sisi logistik, kebutuhan bantuan yang diprioritaskan untuk segera didistribusikan antara lain kelambu berinsektisida, pembalut wanita, popok bayi sekali pakai, minyak penghangat bayi, serta perbaikan akses jalan agar dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan aman.Kolaborasi untuk Transparansi Informasi Bencana
Melalui kerja sama ini, Media Cipta Informasi berkomitmen mendukung Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI dalam menyajikan data penanganan bencana yang akurat, terverifikasi (SIPKK), dan mudah diakses publik secara real-time. Dashboard ini diharapkan menjadi rujukan utama bagi masyarakat, relawan, media, maupun pemangku kepentingan yang ingin memantau perkembangan penanganan gempa NTT, sekaligus memperkuat koordinasi antar lembaga dalam menghadapi situasi darurat kesehatan. Masyarakat dapat mengakses dashboard secara langsung melalui tautan resmi Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI di DASHBOARD GEMPA BUMI - PROV. NTT untuk memperoleh informasi terbaru seputar penanganan bencana ini.Seluruh data dalam artikel ini bersumber dari Dashboard Gempa Bumi - Prov. NTT, per pembaruan terakhir 28 Agustus 2026 pukul 06.31 WIB, dan akan terus dimutakhirkan sesuai perkembangan laporan resmi Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

ISO 27001: Fondasi Keamanan Data yang Wajib Dimiliki Setiap Sistem Informasi Modern
5 Keunggulan Aplikasi Siskohatkes Arab Saudi dalam Pemantauan Kesehatan Jamaah Haji
Manajemen Krisis Komunikasi di Era Media Sosial