Karya dan Inovasi

PSC 119

Ringkasan Project

PSC 119 merupakan sistem integrasi layanan kegawatdaruratan medis yang dirancang sebagai garda terdepan dalam menyelamatkan nyawa masyarakat. Project ini fokus pada pembangunan infrastruktur komunikasi dan koordinasi yang menghubungkan laporan darurat dari masyarakat secara langsung dengan pusat komando, armada ambulans, dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Dengan mengedepankan prinsip time-saving is life-saving, platform ini memastikan bahwa setiap panggilan darurat mendapatkan respon medis yang tepat dalam waktu sesingkat mungkin. Sistem ini mengintegrasikan teknologi pelacakan lokasi dan manajemen armada untuk memobilisasi petugas terdekat menuju lokasi kejadian dengan akurasi tinggi.

Selain sebagai kanal pelaporan, PSC 119 berfungsi sebagai jembatan informasi antara petugas lapangan dan rumah sakit rujukan. Melalui sistem ini, kondisi pasien dapat dilaporkan lebih awal agar pihak rumah sakit dapat melakukan persiapan tindakan medis sebelum pasien tiba di lokasi. Transformasi digital pada layanan ini juga mencakup pengelolaan data rekam medis darurat yang dapat diakses oleh tim medis guna memberikan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Dengan implementasi PSC 119, pemerintah daerah dapat mewujudkan sistem penanganan gawat darurat terpadu (SPGDT) yang responsif, transparan, dan mampu menekan angka kematian akibat keterlambatan penanganan medis di masyarakat.

Tantangan

1
Sering terjadi keterlambatan laporan karena masyarakat tidak mengetahui nomor kontak darurat yang harus dihubungi saat terjadi insiden.
2
Petugas ambulans seringkali kesulitan menemukan lokasi pasti pelapor karena informasi alamat yang tidak akurat atau kurang detail.
3
Kurangnya informasi real-time mengenai ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan hingga kapasitas rumah sakit rujukan saat keadaan darurat terjadi.
4
Proses pengiriman unit ambulans yang masih dilakukan secara konvensional, sehingga unit yang dikirim seringkali bukan yang terdekat dari lokasi.
5
Informasi kondisi pasien dari lokasi kejadian sering tidak tersampaikan dengan baik ke pihak rumah sakit, sehingga penanganan awal menjadi tidak optimal.

Solusi

1
Membangun sistem pencatatan dan pelaporan yang beroperasi 24/7 untuk menerima dan menyalurkan laporan darurat secara instan.
2
Mengintegrasikan teknologi pemetaan digital untuk mengidentifikasi lokasi pelapor dan mengarahkan armada ambulans terdekat melalui rute tercepat.
3
Menyediakan dasbor ketersediaan fasilitas kesehatan untuk mempermudah petugas dalam menentukan rumah sakit rujukan yang paling siap.
4
Mengembangkan platform aplikasi yang memudahkan masyarakat melakukan panggilan darurat serta memantau pergerakan bantuan yang dikirimkan.
5
Menyediakan modul pelaporan kondisi pasien dari ambulans yang langsung terkoneksi ke IGD rumah sakit tujuan untuk persiapan tindakan medis.