Daftar Isi
TogglePenyelarasan antara sistem informasi dan proses kerja operasional menjadi kunci dalam memastikan tata kelola laboratorium berjalan efektif dan akurat. Pada 28 Juni 2024, telah dilaksanakan kegiatan koordinasi proses bisnis dan pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Laboratorium di lingkungan Puslitbangkes, Percetakan Negara, Jakarta Pusat.
Kegiatan ini melibatkan pimpinan dan pejabat laboratorium serta para ahli laboratorium guna memastikan bahwa pengembangan sistem benar-benar selaras dengan kebutuhan teknis dan praktik operasional di lapangan.
Penyelarasan Proses Bisnis dengan Sistem Aplikasi
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada pemetaan proses bisnis laboratorium secara menyeluruh, mulai dari tahapan penerimaan sampel, pemeriksaan, validasi hasil, hingga penyusunan laporan. Setiap alur kerja dianalisis untuk memastikan kesesuaiannya dengan fitur yang tersedia dalam aplikasi.
Penyelarasan ini bertujuan agar sistem tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan, tetapi juga mampu merepresentasikan proses kerja aktual secara sistematis dan terstruktur. Dengan demikian, aplikasi dapat mendukung efisiensi operasional sekaligus menjaga konsistensi data.
Penguatan Mekanisme Input dan Pelaporan Data
Koordinasi juga menitikberatkan pada penyempurnaan mekanisme input data laporan laboratorium. Evaluasi dilakukan terhadap format pencatatan, validasi data, serta struktur pelaporan agar sesuai dengan kebutuhan monitoring dan evaluasi internal. Penyesuaian ini diharapkan mampu meminimalkan potensi kesalahan input serta meningkatkan akurasi laporan yang dihasilkan.
Keterlibatan pimpinan dan para ahli laboratorium dalam proses ini menjadi faktor penting untuk memastikan bahwa pengembangan sistem tetap mengacu pada standar teknis dan kebutuhan substantif layanan laboratorium.
Pengembangan Berkelanjutan untuk Tata Kelola yang Lebih Baik
Kegiatan koordinasi ini menegaskan komitmen terhadap pengembangan berkelanjutan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Laboratorium. Evaluasi dan pembaruan dilakukan secara terarah guna menjaga relevansi sistem terhadap dinamika kebijakan dan kebutuhan operasional.
Melalui sinergi antara tim pengembang dan jajaran laboratorium, sistem diharapkan semakin optimal dalam mendukung tata kelola laboratorium yang akurat, terintegrasi, dan akuntabel di lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
