Daftar Isi
TogglePenguatan tata kelola logistik kesehatan membutuhkan sistem yang terintegrasi, akurat, dan selaras dengan kondisi operasional di lapangan. Sebagai langkah awal implementasi, telah dilaksanakan kegiatan koordinasi awal sekaligus peluncuran aplikasi SIMLOGKES (Sistem Informasi Logistik Kesehatan) di lingkungan Puslitbangkes, Percetakan Negara, Jakarta Pusat.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memastikan bahwa pengembangan dan implementasi sistem tidak hanya berjalan secara teknis, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan nyata pengelolaan logistik kesehatan.
Penyelarasan Konsep Sistem dengan Kebutuhan Lapangan
Dalam koordinasi awal ini, pembahasan difokuskan pada penyelarasan alur kerja aplikasi dengan proses logistik yang berlangsung di lapangan. Setiap tahapan, mulai dari perencanaan kebutuhan, pencatatan distribusi, hingga pelaporan stok dan penggunaan, dibahas secara rinci untuk memastikan kesesuaian antara sistem dan praktik operasional yang sebenarnya.
Penyesuaian data dan alur kerja menjadi bagian penting dalam tahap ini, sehingga aplikasi SIMLOGKES dapat mencerminkan kondisi riil serta mendukung proses pengambilan keputusan yang berbasis data.
Peluncuran dan Implementasi Awal Aplikasi
Selain koordinasi teknis, kegiatan ini juga menandai peluncuran awal SIMLOGKES sebagai sistem pendukung pengelolaan logistik kesehatan. Implementasi awal difokuskan pada pengenalan fitur, penyesuaian struktur data, serta penguatan mekanisme input dan pelaporan.
Melalui pendekatan ini, sistem diharapkan mampu meningkatkan ketertelusuran logistik, meminimalkan potensi kesalahan pencatatan, serta mempercepat proses monitoring dan evaluasi distribusi logistik kesehatan.
Komitmen terhadap Pengembangan Adaptif
Sebagai sistem yang baru diimplementasikan, SIMLOGKES dirancang untuk terus dikembangkan secara adaptif mengikuti dinamika kebutuhan operasional. Evaluasi berkala dan koordinasi lanjutan menjadi bagian dari strategi untuk memastikan aplikasi tetap relevan, stabil, dan mendukung tata kelola logistik kesehatan yang lebih efektif.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen dalam memperkuat sistem informasi kesehatan berbasis digital, sekaligus memastikan bahwa setiap inovasi teknologi selaras dengan realitas kerja di lapangan dan kebutuhan organisasi secara menyeluruh.
